Jumat, 02 Januari 2015

Resensi/review podcast luar negeri

Resensi/review podcast luar negeri12

Berawal dari kesibukan saya sehari2 waktu itu rumah saya di bogor,tetapi harus bekerja di jakarta. So setiap harinya saya menghabiskan banyak waktu di perjalanan. Akhirnya saya pikir, kenapa tidak saya isi waktu saya yang habis berjam jam karena terkena kemacetan lalu lintas dan jarak tempuh perjalanan.Akhirnya saya memutuskan untuk belajar atau memperdalam bahasa inggris saya dengan mendengarkan podcast-podcast bahasa inggris yang banyak bertebaran di internet.

Terus menerus hal tersebut dilakukan maka semakin menjadi kebiasaan. Berikut contoh podcast yang ajib banget dari abc australia, judulnya future tense.

peradaban masa depan

Aku gandrung mendengarkan acara future tense radio national, harvard bussines review (hbr) dan lainnya dengan maksud untuk mengetahui kemana sebenarnya trend perkembangan peradaban umat manusia ke depannya.

Khususnya acara future tense di abc radio national emang bagus banget untuk menambah wawasan kita tentang trend masa depan.

Untuk mengunduh acara ini, anda bisa mendownload podcastnya ketik aja future tense abc, disana ada berbagai macam topik tentang masa depan sesuatu. Cocok banget deh kalo kamu emang pengen mengetahui segala sesuatu tentang masa depan dan contohnya.

Berikut adalah contoh salah satu acara di abc radio national, future tense
Barang-barang yang kita buang kini semakin mempunyai nilai yang menguntungkan.

Industri daur ulang kini bernilai 500-milyar dollar per tahun.

Sampah tidak lagi hanya menjadi masalah lingkungan, tetapi kini merupakan peluang ekonomi.

Industri daur ulang telah menyediakan lebih banyak lapangan pekerjaan di seluruh dunia daripada industri-industri lain, kecuali pertanian.

Anthony Funnell pembawa acara Future Tense dari Radio Nasional - ABC, berbicara dengan ilmuwan yang juga pengusaha, James Bradfield Moody, mantan direktur eksekutif lembaga penelian utama di Australia - CSRIO.

Dalam sebuah seminar belum lama ini mengenai tren masa depan, James mengatakan bahwa barang rongsokan, barang buangan, sampah, atau apa pun yang kita sebut untuk barang yang tidak kita inginkan lagi atau barang yang tidak kita pakai lagi, secara melonjak telah menjadi bukan lagi produk sampingan dari dunia konsumtif kita, tapi menjadi pengendali ekonomi utama.

Dikemukakan juga oleh James bahwa ada sebuah perusahaan bir di Amerika Serikat yang menyadari bahwa hasil dari bahan pembuatan bir berupa sampah biji-bijian atau gabah telah sangat menggunung dan diberikan kepada binatang pun tidak dapat dimakannya. Lalu bagaimana mengatasinya?

Perusahaan itu menemukan solusi dan dengan memanfaatkan sampah gabah yang telah menumpuk itu sebagai tempat untuk menanam jamur shiitake di atasnya.

Dan sekarang perusahaan itu bukan hanya perusahan bir semata, tapi juga menjadi perusahaan jamur Shiitake.

Jamur Shiitake itu mengubahnya, sehingga perusahaan itu dapat mengubah gabah biji-bijian yang tersisa itu menjadi makanan ikan.

Perusahaan tersebut kini bahkan menjadi perusahaan bir, jamur shiitake serta makanan ikan.

Sesungguhnya telah terjadi perubahan signifikan dalam sikap kita melihat sampah atau limbah, bukan?  Dan contoh serupa itu terjadi di berbagai tempat.

- See more at: http://m.radioaustralia.net.au/indonesian/radio/onairhighlights/sampah-peluang-ekonomi/1275292#.dpuf

Segitu aja semoga bermanfaat ya guys and girls

Tidak ada komentar:

Posting Komentar